PENERIMAAN SISWA BARU

 PENRIMAAN PESERTA DIDIK TAHUN AJARAN 2023 - 2024 






Share:

KEGIATAN BELAJAR

MEMBUAT JUS MANGGA








 
 


Share:


Semua lagu mengenalkan kita untuk disiplin menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, mengunakan handsanitizer

Share:

Lingkungan Sekolah

 

Assalamualaikum teman2 Gmn kabarnya semua Tak kenal maka tak sayang Tak kenal maka tak cinta Siapa disini yg belum kenal dengan kami.. Guru RA AL AMIN.. Dan sekolah RA AL AMIN sekaligus masjid Al Amin di Pesanggrahan.. Mari berkenalan dengan sekolah kita RA AL AMIN Pesanggrahan Jakarta Selatan Sekaligus tempat Qt belajar dan meraih mimpi dan cita-cita kita.. Ada apa saja ya di sekolah.. Yuk simak video ini Jgn lupa di share agar teman-teman lebih sayang dan cinta dengan kami RA AL AMIN.. Penasaran Khan Jgn lupa like, share, comment dan aktifkan tombol lonceng ya.. agar kegiatan dan aktifitas sekolah bisa secara langsung berada di notifikasi hp kalian.. mam, bunda dan ayah.. Selamat menyaksikan Salam kenal tuk semua

Share:

tema pelajaran5

Share:

Belajar di Dalam Kelas

 





proses belajar anak anak di dalam kelas 

Share:

Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

 

Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

NO

NAMA

PENDIDIKAN TERAKHIR

JABATAN

1

Eha Julaeha

S 1

Kepala RA / Guru

2

Nur Setiaasih,S.Pd.I

S 1

Wakil Kepala RA/ Wali Kelas  B 1 Guru Sentra Persiapan

3

Fatimah,S.Pd.I

S 1

Wali Kelas B2/ Guru Sentra Bahan Alam

4

Patonah, S.Pd.I

S 1

 

Wali Kelas A   / Guru Sentra Persiapan

5

Ayu Mutmainah

S1

Asisten Kelas B 2 /Guru Sentra Persiapan

6

Nuru Sakinah, A.Ma

D2

Asisiten Kel B 1

Operator RA

7

Sukijan

SMP

Peg. Kebersihan.

 


Share:

SEJARAH SINGKAT RAUDHATUL ATHFAL AL AMIN

 

PROFIL LEMBAGA

 

A.      SEJARAH SINGKAT RAUDHATUL ATHFAL AL AMIN

Syukur alhamdulillah Kami panjatkan kepada Allah SWT. Yang telah meridhoi beridirinya RA. Al Amin. Berawal dari gerakan remaja masjid Al Amin Tahun 1995 mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang saat itu antusias dari masyarakat sekitar cukup baik. Dan pada tahun 2000  dimulailah membuka kelas pagi Taman Pendidikan Anak (TKA) Pra TPA, diawali dengan jumlah murid 37 siswa  Alhamdulillah dengan berjalannya waktu anemo masyarakat cukup tinggi hingga banyak permintaan masyarakat untuk membuka kelas TK/RA.  Tahun 2005 diawali dengan memiliki 2 ruang kelas ; 1 ruang Administrasi, 2 kamar mandi dan Jumlah Siswa 70, Mulailah kami Mengajukan Ijin Oprasionak ke Departemen Pendidikan Agama (DEPAK) yang Mana atas Ijin Nya lah tahun 2007 kami sudah resmi mempunyai Surat Ijin Oprasionaldari DEPAK.  Saat ini RA AL AMIN sudah mempunyai luas 350m2 dengan 3 ruang Kelas, 1 Ruang Komputer, 1 Ruang Perpus, 1 Ruang Kepala, 1 Ruang Guru,1 Ruang Administrasi, 2 Kamar Mand.

RA. Al AMIN sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang kanak kanak yang memadukan karakter asli Taman Kanak Kanak Alqur’an dan Kurikulum berbasis Raudhatul Athfal dibawah naungan Kementrian Agama dengan kepala Sekolah Eha Julaeha sejak tahun 2005  sampai sekarang, didukung oleh tenaga pendidikan dan pengasuh yang punya semangat tinggi, ikhlas dan sabar dalam membimbing dan mendidik anak-anak bangsa agar menjadi anak anak yang sholeh, cerdas dan berkarakter islami.

            Seiring dengan perkembangan zaman, RA AL AMIN berusaha untuk melalukan pembenahan kedalam dengan maksud meningkatkan kualitas hasil didik yang membawa kebaikan bagi RA dan para siswa itu sendiri. Dalam pada itu RA AL AMIN mengikuti dan bergabung dengan IGRA Kecamatan Pesanggrahan dan banyak mengikuti lomba lomba baik yang diadakan oleh IGRA Kecamatan maupun IGRA Jaksel sampai IGRA tingkat DKI dengan berbagai prestasi, mulai juara satu di beberapa bidang lomba dan harapan, dan hampir setiap lomba kita dapatkan.

            Ungkapan terima kasih kami haturkan kepada Bapak dan Ibu yang telah mempercayakan buah hatinya kepada kami untuk dididik.  Kepercayaan anda adalah amanah bagi kami, sehingga RA.AL AMIN selain merupakan lembaga pendidikan tetapi juga sebagai rumah kedua yang memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anak didik  dan berdoa untuk masa depan anak didiknya.

Kami sadari bahwa tugas kami sangat berat untuk mengantar dan menjadikan putra-putri anda sesuai harapan. Namun kami yakin tugas berat itu dapat kita pikul bersama-sama antara guru, yayasan, orang tua, dinas terkait dan lingkungan sekitar untuk mewujudkannya karena pada fitrahnya anak itu suci bagaikan kertas putih yang belum diberi nama, maka orang tua mempunyai kewajiban dalam membentuk, mengarahkan, dan menjadikan anak itu sesuai harapan.  Amin ya Robbal alamin

Share:

Praktek Ibadah

 






Peraktek Sholat 

Share:

VISI, MISI DAN TUJUAN RA AL AMIN

          1.   Visi RA AL AMIN

Menjadikan RA  AL AMIN sebagai Lembaga pendidikan yang unggul dalam Imtaq, Iptek, Akhlaq Karimah Dan  mencintai budaya Betawi  sejak dini.

 

2. Indikator Visi RA Al Amin
a. Terbiasa melakukan kegiatan sehari sehari sesuai tuntunan Agama Islam
b. Terbiasa Menunjukkan kemampuan dalam berkata dan bertindak
c. Terbiasa Melakukan kegiatan yang bermanafaat
d. Terbiasa Mengenal dan mencintai budaya betawi sejak dini.

 

3. Misi RA AL AMIN
a. Menciptakan lingkungan yang kondusif, Islami, aman dan nyaman kasih sayang yang dapat menguatkan iman dan taqwa peserta didik.
b. Melaksanakan pendekatan pembelajaran yang kritis, kreatif, inovatif, menyenangkan dan mengembangkan kecerdasan Jamak ( Multiple Intellegence ) dalam rangka mengenalkan Ilmpu pengetahuan dan teknologi sejak usia dini.
c. Melaksanakan norma-norma agama Islam  menjadi pembiasaan sehari-hari
d. Memperkenalkan kurikulum 2013 berbasis kearifan local dengan mengenalkan dan mencintai sejak usia dini budaya yang berkembang di Jakarta – Selatan.
e. Melaksanakan pembelajaran berbasis life skill dan kewirausahaan 
f. Mengupayakan tersedianya sarana prasarana yang memadai
g. Menanamkan akhlaqul Karimah sejak usia dini
h. Menanamkan nilai-nilai kebangsaan ( Keberanian, kepahlawanan, cinta tanah air dalam kegiatan pembelajaran.

 

4. Tujuan RA AL AMIN
a. Mewujudkan generasi anak yang Islami, sehat, jujur, senang belajar, dan mandiri dan berakhlakul karimah sesuia yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
b. Mewujudkan anak yang mampu merawat dan peduli terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya.
c. Menjadikan anak yang mampu berfikir kritis dan kreatif, berkomunikasi, bertindak produktif melalui bahasa,seni, musik, karya, dan gerakan sederhana.
d. Mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam kegiatan pembelajaran 
e. Membiasakan anak-anak mencintai Islam sejak usia dini 
f. Menciptakan iklim belajar yang nyaman, bersih, hijau,indah dan  kondusif bagi penyelenggaraan pendidikan, perawatan, pengasuhan, dan perlindungan anak. 

g. Menjadi lembaga rujukan PAUD tingkat Kabupaten/Kota/Propinsi/nasional.

Share:

Kegiatan-kegiatan

Share:

KONTAK KAMI


KONTAK KAMI
 
RA AL-AMIN PESANGGRHAN
Jl. Pesanggrahan I Blk. B No.1, RT.1/RW.7,
Petukangan Selatan.,Kec. Pesanggrahan, 
Kota Jakarta Selatan, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12270 



Share:

Mari bergambung dengan kami

Share:

RA AL AMIN

Share:

Parenting Islami : 3 Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak Sesuai Ajaran Islam

Parenting Islami, Salah Satu Konsep Mendidik Anak Saat menikah dan kemudian berharap memiliki seorang anak; seharusnyalah kita juga telah mempersiapkan konsep seperti apa yang hendak kita terapkan dalam mendidik anak kita kelak, karena mendidik anak dalam Islam memiliki tata cara dan aturan tersendiri. Di dalam Islam, anak memiliki kedudukan tersendiri yang harus kita jadikan pegangan dalam memilih model/cara mendidik anak yang akan kita lakukan. Kedudukan Anak dalam Pandangan Islam Mendidik anak dalam Islam harus didasarkan pada petunjuk dari Allah, yaitu Al-Quran, karena Al-Qur’an tidak hanya membahas tentang kewajiban anak kepada orang tua, namun juga kewajiban orang tua kepada anaknya. Dan berikut ini adalah pandangan Al-Quran tentang anak, yang perlu kita ketahui dalam mendidik anak : 1. Anak sebagai Amanah bagi Orangtuanya Selayaknya para bijak mengatakan bahwa sesungguhnya anak-anak bukanlah milik kita; mereka adalah titipan dari Allah kepada kita. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendidik anak sesuai dengan yang telah Allah perintahkan. Jadi, adalah kesalahan bagi orang tua apabila seorang anak jauh dari ajaran Islam. 2. Anak sebagai Generasi Penerus Anak adalah harapan di masa depan; merekalah kelak yang akan menjadi pengaman dan pelopor masa depan agama dan bangsa. Jadi wajib bagi kita mendidik mereka untuk menjadi generasi tangguh di masa depan. Lebih jauh, Allah memerintahkan kita sebagai orang tua untuk menjauhkan mreeka dari api neraka kelak. 3. Anak adalah Tabungan Amal Kita di Akhirat Seperti telah kita tahu, bahwa selain amal kita di dunia, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh merupakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari penghitungan kelak. Jadi, mendidik anak sesuai perintah Allah tetaplah merupakan keuntungan bagi diri kita juga pada akhirnya. Baca juga : Mengajak Anak Mengenal Allah 4. Anak adalah Penghiburan dan Perhiasan Dunia bagi Orang Tuanya Anak adalah perhiasan bagi orang tua. Di satu sisi, ia akan menjadi penghibur di kala lelah dan kesusahan melanda, namun di satu sisi, ia juga dapat menggelincirkan dari jalan Allah. Berdasar pemahaman akan kedudukan anak dalam al-Qur’an diatas, maka ada 3 kewajiban orang tua dalam mendidik anak, yaitu: Ajak anak mengenal Allah sejak dini. Ajak anak mengenal Allah sejak dini. 1.Memberikan Dasar Hubungan Harmonis dengan Allah SWT (Habbuminnallah) Sebagai orang tua kita harus dapat mengenalkan kepada anak-anak kita siapa Allah dan mengapa kita wajib taat padaNya. Ketaatan itu tidak karena Allah adalah pencipta, dan pemilik kita, namun karena dengan taat kepadaNya, hidup kita akan menjadi lebih baik dan bahagia. Dengan memberikan dasar sedemikian, maka anak tidak akan menganggap Allah sebagai sebagai “hakim” atau “pengawas”; namun sebagai zat yang memang kita butuhkan keberadaanNya. Hal inilah yang harus kita jadikan landasan utama dalam mendidik anak sekaligus merancang pola asuh yang tepat baginya. Salah satu cara untuk memberikan dasar habbuminnallah adalah dengan mengajarkan shalat kepada anak semenjak kecil. Dan kemudian mulai memberikan pengertian mengapa kita harus shalat, apa manfaat shalat dan seterusnya. 2. Memberikan dasar hubungan yang harmonis dengan orang-orang di sekelilingnya Dalam Islam, hubungan antar manusia (hablumminanas), sama pentingnya dengan hubungan manusia dengan Allah (hablumminnallah). Bahkan nabi Ibrahim berdoa kepada Allah: “… agar mereka dicintai orang-orang…” Jadi, wajib bagi kita mengajarkan tata cara pergaulan yang baik dengan sesama dan dilandasi rasa saling hormat-menghormati; serta mampu bersikap asertif. 3. Memberikan dasar yang kuat guna menghadapi tantangan jaman Nabi pernah bersabda bahwa Beliau mengkhawatirkan umat dibelakangnya yang akan seperti busa di lautan; banyak namun tidak berpendirian. Hal semacam inilah yang harus kita pertimbangkan saat merencanakan pendidikan dasar bagi anak-anak kita. Misalnya bagaimana agar ia menjadi anak yang kuat imannya, santun kepada sesama, serta kuat pula ilmunya. Ilmu akan membuat ia mampu bertahan serta senantiasa memiliki jalan ikhtiar untuk keluar dari permasalahan yang ia hadapi. Nah, mari Parents, kita koreksi kembali apakah telah benar langkah yang kita ambil dalam mendidik anak kita di rumah. Jika masih ada yang kurang, mari kita lengkapi, jika ada yang keluar jalur, mari kita benahi. Jika telah benar dan sesuai perintah Allah, mari kita berdoa agar Allah senantiasa menjaga keistiqomahan, lisan dan hati kita dari hal-hal yang tidak Allah kehendaki. Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid. Penulis Rahayu Pawitri sumber :https://id.theasianparent.com/3-kewajiban-orang-tua-dalam-mendidik-anak/
Share:

~* Kisah Ibu dari 10 Anak Penghafal Al-Quran *~

Kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tu
a ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.
> Anak pertama, Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.
> Anak kedua, Faris Jihady Hanifah
Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.
> Anak ketiga, Maryam Qonitat.
Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.
> Anak Keempat, Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.
> Anak Kelima, Ahmad Rasikh 'Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.
> Anak Keenam, Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.
> Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.
> Anak Kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.
> Anak Kesembilan, Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.
> Anak Kesepuluh, Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.
***
Kembali ke keluarga Mutammimul Ula di atas.
Pada akhirnya kita dapat menarik simpulan, di balik kesuksesan Kang Tamim ternyata ada satu sosok wanita yang telah melahirkan sebelas keturunannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Wirianingsih. Memang siapa dia?
Sosok besar yang bertitel lengkap Dra. Wirianingsih, Bc.Hk. lahir di Jakarta, 11 September 1962 (48 tahun). Selain ibu rumah tangga, banyak aktivitas yang dia lakukan diantaranya menjadi dosen, kuliah pasca sarjana, dan aktivis perempuan. Terkini adalah menjadi anggota Dewan Pertimbangan PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) bersama Ustazah Yoyoh Yusroh, Nursanita Nasution, dll dimana sebelumnya dia menjadi Ketua Umum. Mereka adalah anggota DPR dari fraksi yang sama dengan Mutammimul Ula.
Lalu, metode apa yang Kang Tamim dan Mbak Wiwi terapkan dalam mendidik putra-putrinya?
Kuncinya adalah keseimbangan proses. Begitu simpulan dari metode pendidikan anak-anak sebagaimana tertulis dalam buku “10 Bersaudara Bintang Al-Quran. “ Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib jadwal mereka yaitu berinteraksi dengan Al-Quran.
Guna mendukung kesuksesan program ini, mereka mencanangkan kebijakan sederhana, yakni: menyingkirkan televisi dari rumah, tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi, tidak membunyikan music-musik yang melalaikan, dan tidak ada perkataan kotor di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Quran adalah visi dan konsep yang jelas.
~ Pertama adalah menjadikan putra-putri seluruhnya hafal Al-Quran.
~ Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih bltita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Quran di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya.
~ Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun awalnya merasa terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Quran sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Quran, mereka diberi hadiah. Barangkalo semacam reward atas pencapaian mereka, mengenai punishment tidak dijelaskan secara rinci.
Penulis buku itu juga membahas urgentitas menjadi hafiz Al-Quran. Penulis mengklasifikasikannya menjadi dua bagian: keutamaan dunia dan keutamaan akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifzul Al-Quran merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Al-Quran mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), dihormati umat manusia, dan menjadi keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Quran menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Quran bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orang tuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.
> Sumber : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Share:

Always To Be The New Mother

 
Seandainya ada seorang ibu yang mempunyai tiga atau lima anak disuruh menceritakan tentang anak-anaknya, saya yakin akan menjadi tiga atau lima judul buku yang berbeda masing-masing ceritanya. Atau seorang ibu yang hanya mempunyai satu anak saja, setiap tahun, bulan bahkan minggu pun akan dapat menceritakan kisah atau kejadian yang tidak sama pula bahkan disetiap harinya sekalipun.

Kenyataan yang sering kita jumpai ketika beberapa ibu berkumpul menyampaikan tentang anak-anak mereka betapa banyak permasalahan atau keluh kesah yang mereka perbincangkan. Ada yang bingung dengan sikap anaknya yang suka jajan, sering berkata kasar atau kotor, hobi main play station (PS), nilai sekolah jelek, malas belajar, suka bertengkar dengan adik atau temannya atau yang sudah ABG mengalami masa puber sehingga sudah mulai tertarik dengan lawan jenis dan sederet permasalahan lain yang tentu tidak akan cukup ditulis hanya dalam satu halaman saja.

Karena Allah Ta`ala dengan kekuasaanNya selalu menyuguhkan episode kehidupan yang berbeda pada setiap insan bahkan bagi anak yang terlahir kembar, maka label The New Mother atau "Ibu Baru" akan selalu disandang pula oleh setiap ibu. Tidak hanya bagi ibu yang baru dikaruniai anak satu saja tetapi juga yang sudah memiliki dua, tiga, empat dan seterusnya bahkan juga bagi yang sedang menanti hadirnya buah hati atau bagi ibu yang sudah ‘mentas’ anak-anaknya dan menjadi nenek.

Alangkah bijaknya jika seorang ibu tidak mengatakan:“ Aku sudah banyak makan asam garamnya dalam mendidik dan mengasuh anak” karena itu berarti ia akan mencukupkan ilmu yang telah dimilikinya. Padahal ilmu  bagi seorang ibu tidak akan pernah cukup setelah anak pertama lahir saja, tetapi  ia akan juga akan menjadi ibu baru untuk anak kedua, akan menjadi ibu baru sebagai seorang mertua, nenek dan lain sebagainya yang akan berganti-ganti sepanjang usianya.  

Maka benar sekali sabda Nabi SAW yang mengatakan “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.” Karena untuk menjadi seorang ibu saja, kita dituntut mempunyai banyak ilmu. Kita pun diharapkan menjadi: seorang dokter sekaligus apoteker ketika anak mendadak sakit, menjadi psikolog ketika menghadapi sikap dan perilaku anak sehari-hari, menjadi ahli gizi untuk bisa memberikan anak kita asupan gizi yang cukup dan menyehatkan, dan yang tidak kalah penting adalah menjadi guru karena kita harus mengajarkan banyak ilmu dan keteladan untuk anak-anak kita.  

Sesuatu yang  baru identik dengan hal yang masih bagus dan menyenangkan, sehingga ketika diberikan pada siapapun tentu akan senang menerimanya. Begitu pula seorang ibu, ketika kita bisa memberikan hal-hal baru dalam mendidik dan mengasuh anak-anak, tentu mereka akan menyambut hangat dan selalu merindukan kehadiran kita.

So...To Be The New Mother sudah seharusnya menjadi label dalam diri kita agar kita bisa selalu memperbaiki diri dengan memperbanyak bekal ilmu sebagai ibu dari anak-anak yang menjadi amanah kita sehingga anak juga akan senang dengan hal-hal baru yang kita berikan. Dan semoga dengan upaya  itu doa-doa akan senantiasa mengalir dari mulut mereka setelah kita tiada nanti.

Roisah Hasti Nawangsih R, S.Pd.I
(Guru KBTKIT Mutiara Hati Klaten)
sumber:http://www.pkspiyungan.org
Share:

PENDIDIKAN

5 cara mendidik anak menjadi anak soleh tanpa memarahi


13521115851098722738
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah… Memarahi anak dengan berlebihan apalagi dengan kekerasan fisik bukanlah solusi untuk mendisiplinkan anak. Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, begitupun dengan anak. Apalagi jika kesalahannya dilakukan tanpa sengaja. Sesungguhnya kekerasan yang kita lakukan dapat memicu anak untuk melakukan kekerasan juga. Bahkan mungkin akan masuk ke alam bawah sadarnya hingga terbawa hingga ke masa dewasanya kelak.
Saudaraku, berikut ini beberapa tips saat anak melakukan kesalahan :
~ Menegur dengan halus.
Saat menemukan anak melakukan kesalahan berilah teguran dengan halus. Bila masih melakukan kesalahan serupa, beri peringatan berupa sanksi. Misalnya; tidak boleh menonton kartun kesukaannya selama sekian hari sebelum anak dapat berubah. Beri pengertian bahwa sanksi ini semata-mata untuk kebaikan dirinya juga.
~ Mendengarkan penjelasan anak.
Dengarkanlah penjelasan dari anak mengapa melakukan kesalahan.
~ Meminta maaf
Apabila kita telanjur marah yang berlebihan, jangan gengsi untuk meminta maaf kepada anak. Katakan kepadanya bahwa kita marah karena sayang. Beri pelukan dan ciuman hingga anak merasa nyaman kembali bersama kita. Hal ini juga menjadi salah satu cara mengajarkan kepada anak bagaimana cara memaafkan dengan sayang dan santun.
~ Beri pujian saat anak berbuat baik.
Pujian terhadap kebaikan yang dilakukan anak akan menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga dapat memacu anak untuk dapat berbuat kebaikan di hari-hari berikutnya.
~ Beri kepercayaan
Kepercayaan dapat memperbaiki perilakunya. Selain itu dapat pula mendorong anak untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya. Anak pun bisa belajar menghargai diri sendiri dan merasa dirinya berharga.
13521111361993894126Tags:edukasi.kompasiana.com/2012/11/05/5-cara-mendidik-anak-menjadi-anak-soleh-tanpa-memarahi
Share:
PHOTO-PHOTO KEGIATAN KB-RA AL-AMIN

MENGENAL DOKTER









  PROSES BELAJAR





KEGIATAN SENAM :

















Share:

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.